Selamat datang di KMS Sosial Ekonomi Masyarakat Hutan
Menu
Form Pencarian berdasarkan kata kunci
Galeri KHDTK Litbang Kehutanan Kepau Jaya
Kembali ke Daftar KHDTK
KHDTK Litbang Kehutanan Kepau Jaya
KHDTKLKKJ

KHDTK Litbang Kehutanan Kepau Jaya

Deskripsi

Profil dan Keberadaan Kawasan

KHDTK Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Kepau Jaya merupakan kawasan rawa gambut seluas ±1.027 ha di Desa Kepau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, yang ditetapkan melalui SK Menteri Kehutanan No. 74/Menhut-II/2005 dan saat ini dikelola oleh P2SEMH berdasarkan SK Menhut No. 403 Tahun 2025. Sejak awal kawasan ini dikembangkan sebagai laboratorium lapangan untuk penelitian kehutanan, terutama pengembangan vegetasi pakan lebah dan pemodelan ekosistem gambut. Meskipun dalam perjalanannya sebagian kawasan mengalami okupasi oleh oknum perusahaan dan masyarakat, KHDTK ini tetap diposisikan sebagai pusat pembelajaran nasional untuk tata kelola gambut berkelanjutan, pemulihan ekosistem, dan penguatan hubungan sosial-ekologis melalui pendekatan ko-kreasi bersama masyarakat. Dengan dukungan mandat pengelolaan terbaru, KHDTK Kepau Jaya diarahkan menjadi Model Resolusi Konflik Tenurial yang menekankan kolaborasi, edukasi, dan rekonstruksi fungsi ekologis kawasan.

Kondisi Biofisik dan Keanekaragaman Hayati
Secara biofisik, KHDTK Kepau Jaya berada di atas ekosistem rawa gambut tropis dengan kedalaman 1,5–2 meter dan mencapai hingga 5 meter, menjadikannya lanskap penting dalam menjaga keseimbangan hidrologi dan cadangan karbon. Vegetasi hutan sekundernya kaya jenis khas gambut, antara lain geronggang (Cratoxylum arborescens), jelutung rawa (Dyera polyphylla), pulai rawa (Alstonia pneumatophora), mendarahan (Symplocos sp.), kempas (Koompassia malaccensis), terentang (Campnosperma coriaceum), serta mahang (Macaranga pruinosa) sebagai jenis pionir dominan pemulih lahan. Kantong-kantong hutan menjadi habitat bagi monyet ekor Panjang (Macaca fascicularis), beruk (Macaca nemestrina), reptil, amfibi, serta berbagai burung rawa. Kajian ekologi menunjukkan kawasan masih menyimpan cadangan karbon tinggi, mencapai 863,73 megaton, dengan potensi serapan 3.167,08 megaton—sebuah indikator kuat bahwa KHDTK Kepau Jaya sangat layak menjadi pusat penelitian restorasi gambut, konservasi karbon, dan pengembangan model rehabilitasi berbasis spesies asli.

Potensi Pemanfaatan dan Peran Sosial
Sebagai KHDTK Model Resolusi Konflik Tenurial, pengelolaan Kepau Jaya diarahkan pada pemanfaatan ekologis yang memberi manfaat sosial-ekonomi melalui pendekatan Strategi Jangka Benah (SJB), yaitu transformasi bertahap dari sistem lahan terdegradasi menuju agroforestry gambut yang lestari. Dua Kelompok Tani Hutan — KTH Rimba Kepau Sejahtera dan KTH Tuah Tonggak Negeri — terlibat aktif dalam pengembangan demplot geronggang, penanaman jelutung, pulai, dan meranti (Shorea sp.), integrasi sawit rakyat–agroforestry, serta budidaya lebah madu Trigona itama yang memberi nilai ekonomi tinggi sembari memperkaya vegetasi pakan lebah. Inovasi agrosilvofishery dengan jenis lokal seperti Channa striata (gabus), Anabas testudineus (papuyu), Trichogaster sp. (sepat), Pangasius sp. (patin), dan Leptobarbus hoevenii (jelawat) membuka peluang diversifikasi pendapatan masyarakat. Dengan pendekatan kolaboratif ini, KHDTK Kepau Jaya tumbuh sebagai contoh kuat bagaimana pemulihan ekologis, peningkatan kapasitas masyarakat, dan penelitian terapan dapat berjalan beriringan untuk menciptakan lanskap gambut yang produktif, resilien, dan berkelanjutan.

Koordinat
0.302387, 101.572687
Buka di Google Maps